🎨 Eksplorasi Seni Rupa di Lingkungan Sekolah: Siswa-Siswi MIS Miftahul Ulum Jambearum Berkreasi
Jambearum, [Tanggal Artikel Dibuat] — Kegiatan belajar mengajar di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Miftahul Ulum Jambearum selalu dipenuhi inovasi. Baru-baru ini, siswa dan siswi sekolah tersebut melaksanakan kegiatan praktik yang menggabungkan pengamatan lingkungan dengan pelajaran seni rupa, bertema “Mengamati Lingkungan dan Menggambar Objek untuk Mencari Unsur-Unsur Seni Rupa.”
Kegiatan ini bertujuan untuk membawa materi pelajaran keluar dari ruang kelas, memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik dalam mengidentifikasi dan memahami unsur-unsur dasar seni rupa, seperti titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, dan ruang, melalui objek-objek nyata di sekitar mereka.

🌳 Tahap 1: Pengamatan Mendalam di Lingkungan Sekolah
Di bawah bimbingan guru mata pelajaran seni budaya, para siswa diajak berkeliling area madrasah. Mereka tidak hanya melihat, tetapi benar-benar mengamati setiap detail dari lingkungan yang sering mereka jumpai.
- Pencarian Garis dan Bidang: Para siswa fokus mengamati pagar sekolah, bingkai jendela, dan pepohonan. Mereka ditugaskan untuk mengenali berbagai jenis garis—lurus, lengkung, zig-zag—dan bagaimana garis-garis ini membentuk berbagai bidang, seperti persegi panjang pada pintu atau bentuk tidak beraturan pada daun.
- Identifikasi Tekstur: Mereka menyentuh batang pohon yang kasar, dinding yang berlumut, atau permukaan halus meja. Pengamatan ini membantu mereka memahami unsur tekstur yang memberikan kesan rabaan pada suatu objek.
- Analisis Warna dan Nilai: Siswa-siswi mencatat variasi warna pada bunga, dedaunan, dan langit. Mereka juga mengamati bagaimana intensitas cahaya matahari memengaruhi nilai (gelap terang) suatu objek, menciptakan bayangan dan highlight.
✏️ Tahap 2: Menuangkan Hasil Pengamatan ke Dalam Sketsa
Setelah sesi pengamatan selesai, masing-masing siswa memilih satu atau lebih objek di lingkungan yang menarik perhatian mereka—bisa berupa pot bunga, sudut bangunan, atau bahkan sepeda yang terparkir—untuk dijadikan model gambar.
Dengan membawa buku sketsa dan pensil, mereka mulai bekerja. Proses menggambar ini bukan sekadar meniru objek, melainkan sebuah analisis visual:
“Dalam menggambar, kami harus memikirkan, di mana letak garis horizon? Bagaimana caranya agar pot bunga ini terlihat punya bentuk (3D) dan bukan hanya bidang (2D)? Kegiatan ini membuat saya sadar bahwa seni rupa itu ada di mana-mana,” ujar salah satu siswi kelas V.
Para guru memberikan bimbingan individual, memastikan bahwa setiap siswa dapat secara eksplisit menunjukkan unsur-unsur seni rupa yang mereka temukan dalam gambar mereka, seperti penggunaan garis tebal untuk kontur dan arsiran untuk menunjukkan ruang dan gelap terang.
🎉 Membangun Apresiasi Seni dan Kreativitas
Kegiatan ini terbukti sukses dalam meningkatkan pemahaman konseptual siswa terhadap materi seni rupa. Dengan menghubungkan teori dengan praktik di dunia nyata, siswa-siswi MIS Miftahul Ulum Jambearum tidak hanya sekadar hafal definisi, tetapi juga mampu mengaplikasikannya.
“Kami berharap kegiatan praktik semacam ini dapat menumbuhkan tidak hanya keterampilan menggambar, tetapi juga kemampuan observasi yang tajam dan apresiasi terhadap keindahan yang ada di sekitar mereka,” tutup Kepala Sekolah MIS Miftahul Ulum Jambearum.
Hasil karya siswa-siswi yang penuh detail dan pemahaman unsur seni rupa ini rencananya akan dipamerkan di papan informasi sekolah, sebagai inspirasi bagi seluruh warga madrasah.





